Langsung ke konten utama
ZAMAN INI MENDEKATI BATASNYA
(Oleh Pratamawisnuadi)

Mata mereka (dunia) bisa dipejamkan
Telinga mereka (dunia) bisa ditulikan
Mulut mereka (dunia) bisa dibisukan

Kemanakah media-media itu saat ada banyak duka di sebagian negeri saudara kami
Kemanakah PBB saat pelanggaran kemanusiaan nampak jelas dipermukaan

Tak cukupkah seorang Salahuddin yang membebaskan Jerussalem?
Kenapa sekarang mereka ingin memenjarakannya kembali?

Apakah kalian tak geram melihat fenomena belakangan ini?
Lantas sudah berbuat apa kalian tuk saudara sesama manusia dan seagama kita?
Jika kalian tak dapat mengangkat senjata dengan kedua tangan
Kenapa pula kalian tak menadahkan tangan kalian tuk meminta pertolongan kepadaNYA

Satu hal yang pasti tentang Jerussalem dan sebagian negeri Syam ini
Tentang zaman ini yang mendekati batasnya
Tentang tanda-tanda akhir sudah yang nampak jelas seperti yang disabdakan oleh sang baginda kita
Lantas mengapa diri ini masih terlena akan dunia
Padahal bekal kita masih sangat dangkal tuk menghadapi batas yang sudah benar-benar di depan mata

 Pondok Pinang, 12 Desember 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RINDU DI SELA JEDA Pagi ini aku merindukan sabtuku Kini aku telah sampai di setengah jalan Persimpangan antara impian dan kenyataaan Namun Jeda ini terlalu lama Aku takut jeda ini merubah tekad menjadi berkarat Aku takut jeda ini menambah sekat yang dekat Sore itu Senja menampakan pesonanya Aku melihat ada sesuatu yang berbeda Ada dua senja muncul pada semesta Senja yang diberikan Tuhan untuk menghangatkan raga Dan senja yang terpancar dari matanya yang memberikan kenyamanan pada jiwa Sabtu dan senja adalah alasan lain hidupku lebih berwarna Mereka tak perlu seirama Biarkan mereka berjalan dengan caranya menuju satu muara ( Pondok Pinang, 29 Juli 2018 )
  MELUMRAHKAN PERILAKU ABNORMAL EREN YEAGER DALAM AOT;   PELIK TAPI REALISTIS Jika ada yang mengikuti anime Attack on Titan sedari awal, dari dimulai pertama kali rilis pada 7 April 2013 nampaknya tahun 2022 ini babak akhir anime Attack on Titan semakin terasa dekat, dan sepertinya pertarungan puncak tinggal menunggu waktu untuk  beberapa episode saja. Semakin jelas arah ending dari anime ini dan klimaks perang besar yang akan menanti. Konflik berkepanjangan, rantai kebencian yang diwariskan, peperangan yang tanpa akhir serta peran penguasa yang mendoktrin anak-anak bahwa tidak akan ada fajar selepas pekat menyelimuti semesta seolah menjadikan anime ini begitu tabu untuk dibicarakan, atau sebenarnya menjadi menarik karena terasa begitu dekat dengan kehidupan manusia. Musuh sebenarnya bukanlah Titan yang selama ini memakan manusia, tetapi kebencian yang bersemayam di dalam diri manusia itu sendiri. Bukan hanya sebatas peperangan bangsa eldia melawan Marley, tetapi lebih ...
  Bergerak Tumbuh, Mengantarkan Kebahagiaan dan Menggapai Mimpi bersama JNE Cerita Bermula dari Mimpi Kecil Tidak ada mimpi yang benar-benar mati seiring seseorang bertumbuh, tetapi memang terkadang mimpi itu hanya terlelap untuk bisa bangun di waktu yang tepat. Termasuk dalam hal pendidikan, tidak semua orang bermimpi untuk menjadi seorang sarjana, apalagi untuk orang-orang kampung yang jauh dari kata mapan. Realita hidup di desa membuat seseorang kerap melupakan mimpinya. Hidup untuk bekerja dan bekerja untuk sekadar hidup. Sedari kecil sudah membantu orang tua bertani, berdagang, dan banyak hal adalah sesuatu yang lumrah untuk anak-anak desa. Cita-cita hanya ada di sekolah, sewaktu bapak guru menanyakan perihal cita-cita. Anak-anak sejak kecil ditanyakan cita-cita untuk jadi apa, tetapi selepas dewasa, kehidupan di desa kerap melupakan untuk bertanya kembali tentang mimpi dan cita-cita mereka. Tuntutan ekonomi serta kebutuhan hidup di desa yang jauh dari hingar bingar perkota...