Langsung ke konten utama
DIA DAN HUJAN
(Oleh Pratamawisnuadi)

Tepat setelah tetesan hujan membasahi semesta
Aku sempat memejamkan mata diantara tetesan hujan yang membasuh muka
Kali ini Aku melihat dengan pandangan berbeda
Tentang hujan yang mengguyur wajah ibu kota

Aku tak lagi membenci hujan yang pernah mengingatkanku akan luka
Tak perlu menunggu pelangi sekadar mengembalikan tersenyum
Ada hal yang tak kalah indah bersama tiap tetesan hujan

Semenjak hari itu…
Semenjak perkenalanku dengan dia
Dia yang mengajarkanku tuk bisa menikmati hujan layaknya menikmati senja
Dia yang mengajarkanku tentang sebuah kesederhanaan
Bahwa sesuatu yang sederhana pun bisa berkilauan
Bahwa hidup tak melulu memikirkan tentang keresahan

Dia dan hujan membuka lembaran cerita seorang anak manusia
Dia dan hujan adalah pemberian Tuhan tuk manusia yang penuh dengan keresahan akan dunia
Siapa sangka…
Kesederhanaan adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang berkecampuk dalam jiwa
Dan Hujan adalah alasan lain bagiku mencintai semesta

                                                                    (Pondok Pinang,26 November 2017)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

RINDU DI SELA JEDA Pagi ini aku merindukan sabtuku Kini aku telah sampai di setengah jalan Persimpangan antara impian dan kenyataaan Namun Jeda ini terlalu lama Aku takut jeda ini merubah tekad menjadi berkarat Aku takut jeda ini menambah sekat yang dekat Sore itu Senja menampakan pesonanya Aku melihat ada sesuatu yang berbeda Ada dua senja muncul pada semesta Senja yang diberikan Tuhan untuk menghangatkan raga Dan senja yang terpancar dari matanya yang memberikan kenyamanan pada jiwa Sabtu dan senja adalah alasan lain hidupku lebih berwarna Mereka tak perlu seirama Biarkan mereka berjalan dengan caranya menuju satu muara ( Pondok Pinang, 29 Juli 2018 )
  MELUMRAHKAN PERILAKU ABNORMAL EREN YEAGER DALAM AOT;   PELIK TAPI REALISTIS Jika ada yang mengikuti anime Attack on Titan sedari awal, dari dimulai pertama kali rilis pada 7 April 2013 nampaknya tahun 2022 ini babak akhir anime Attack on Titan semakin terasa dekat, dan sepertinya pertarungan puncak tinggal menunggu waktu untuk  beberapa episode saja. Semakin jelas arah ending dari anime ini dan klimaks perang besar yang akan menanti. Konflik berkepanjangan, rantai kebencian yang diwariskan, peperangan yang tanpa akhir serta peran penguasa yang mendoktrin anak-anak bahwa tidak akan ada fajar selepas pekat menyelimuti semesta seolah menjadikan anime ini begitu tabu untuk dibicarakan, atau sebenarnya menjadi menarik karena terasa begitu dekat dengan kehidupan manusia. Musuh sebenarnya bukanlah Titan yang selama ini memakan manusia, tetapi kebencian yang bersemayam di dalam diri manusia itu sendiri. Bukan hanya sebatas peperangan bangsa eldia melawan Marley, tetapi lebih ...
  Bergerak Tumbuh, Mengantarkan Kebahagiaan dan Menggapai Mimpi bersama JNE Cerita Bermula dari Mimpi Kecil Tidak ada mimpi yang benar-benar mati seiring seseorang bertumbuh, tetapi memang terkadang mimpi itu hanya terlelap untuk bisa bangun di waktu yang tepat. Termasuk dalam hal pendidikan, tidak semua orang bermimpi untuk menjadi seorang sarjana, apalagi untuk orang-orang kampung yang jauh dari kata mapan. Realita hidup di desa membuat seseorang kerap melupakan mimpinya. Hidup untuk bekerja dan bekerja untuk sekadar hidup. Sedari kecil sudah membantu orang tua bertani, berdagang, dan banyak hal adalah sesuatu yang lumrah untuk anak-anak desa. Cita-cita hanya ada di sekolah, sewaktu bapak guru menanyakan perihal cita-cita. Anak-anak sejak kecil ditanyakan cita-cita untuk jadi apa, tetapi selepas dewasa, kehidupan di desa kerap melupakan untuk bertanya kembali tentang mimpi dan cita-cita mereka. Tuntutan ekonomi serta kebutuhan hidup di desa yang jauh dari hingar bingar perkota...