Langsung ke konten utama

Postingan

MISI SANG PENCURI (Oleh Wisnu Adi Pratama) "Maling...."! Suara seseorang berteriak kepada orang yang sedang berlari dari kerumunan, sontak orang-orang yang ada disekitarnya kaget dan langsung mengejarnya orang yang berlari cukup kencang . Ia berlari begitu lincahnya, menerobos jalanan seperti seekor rusa yang sedang dikejar beberapa harimau yang sedang gelap mata. Ia akan terus berlari untuk menyelamatkan hidupnya dari para mangsa. Beberapa harimau nampak memiliki hasrat memangsa yang luar biasa melihat santapannya menggoda untuk dikejarnya . Ketika asik berlari, ternyata dari arah berlawanan, ada sang singa yang sudah menghadangnya, dengan satu dua sergapan. Sang singa langsung melumpuhkan rusa. Pria berbadan besar itu mengenakan seragam security. Ia mampu membuat rusa itu tak berkutik. Seseorang yang dari tadi berlari seperti tak punya keahlian lagi untuk berlari, kakinya seperti terpaku. Dan tenaganya tak cukup kuat untuk lepas dari sergapannya . Be...
Merasa Benar Sendiri Lebih Berbahaya daripada Salah Jalan (Oleh Wisnu Adi Pratama) Awan gelap sore itu, menutupi ronah merah yang tak bisa melambaikan senyuman kepada para penghuni rumah yang sedang gundah. Semesta seolah mengerti kapan harus berubah warna untuk para makhluk yang mulai mengabaikannya. . Dari kejauhan, terlihat berbondong-bondong orang berjalan sambil mengibarkan bendera kebesaran. Beberapa orang bahkan membawa senjata tanjam dan sebagian mengepalkan tangannya, mereka terus berjalan menuju sebuah rumah kecil di pinggiran desa "Tangkaaap" ! "Bakaaar"! "Bantai si Kafir "! . Teriakan beberapa orang seperti harimau yang terus mengaung karena kelaparan, berharap bertemu mangsa yang sedang tertidur pulas tanpa harus susah payah memberikan perlawanan . Sementara seorang anak manusia yang sepertinya akan jadi mangsa sedang dipeluk erat dalam dekapan ibunya. Tangannya gemetaran, bibirnya membisu mendengar teriakan dari kejauhan. ...
Memaafkan adalah Cara Terbaik Memutus Rantai Kebencian Suatu sore, di saat senja mulai menampakan sedikit pesonanya menjelang gelap tiba. Di sebuah angkringan, beberapa pemuda tengah asik berbincang. "Eh, si A kan kakeknya dulu pernah maling ayam". Ucap Samin "Masih mending si A cucunya pencuri, daripada si B dulu bapanya pernah membunuh dan sampai sekarang masih di penjara". Sahut udin "Mereka sama aja, masih mendingan si C yang orang tuanya kaya raya". Ucap Bambang "Tapi katanya si C itu bapanya jadi kaya raya ngga wajar. Banyak yang bilang orang tuanya pakai pesugihan". Sahut Samin "Kalian ini sedang ngomingin ABC apa orang tuanya ya, kan yang jadi kepala desa bukan orang tuanya?" Tanya Ahmad Begitulah obrolan hangat di salah satu angkringan Desa Cisenja menjelang pemilihan kepala Desa. Ternyata cukup pelik juga melihat bibit bebet bobot para calonnya.Tapi anehnya orang-orang tidak membahas siapakah si A, siapakah ...
    Kemarin, Hari ini dan Esok Hari dalam Hidup yang Begitu Singkat. “Mimpi seorang anak manusia tidak ada akhirnya”. Itu adalah kalimat yang saya percayai sekarang. Berbicara tentang mimpi, tentu saja setiap anak memiliki mimpi yang berbeda,mimpi masa kecil adalah harta yang berharga dan begitu menyenangkan ketika diucapkan. Tidak heran jika mimpi-mimpi anak kecil begitu tinggi dan serasa seperti mudah sekali untuk didapati. Terlahir di sebuah desa kecil bernama Cikeusal yang terletak di kaki Gunung Kumbang, saya hidup seperti anak-anak pada umumnya. Suatu ketika saat berusia delapan tahun, di sebuah kelas seorang guru menanyakan mimpi dan cita-cita kami waktu itu. Di saat anak-anak lain menjawab ingin menjadi dokter, pilot atau bahkan Presiden, tapi saya menjawab ingin menjadi seorang penulis. Ada beberapa teman saya yang menertawakannya.  Entahlah pada waktu itu mungkin teman-teman saya berfikir bahwa seorang penulis itu hanya orang yang bisa menulis, seperti me...
                               Sebelum Senja Tiba, Awan-awan Menari Riang Gembira    Sore itu saya tiba di Taman Ismail Marzuki untuk menonton acara malam anugerah Hari Puisi Indonesia 2018 yang diselenggarakan  pukul 19.30 WIB. Bersama beberpa teman kampus, saya ingin menghadiri acar tersebut. Satu persatu teman-teman juga sudah mulai berdatangan ke Taman Ismail Marzuki. Waktu acara masih lama jadi kami meutuskan untuk duduk-duduk santai santi  berbincang-bincang. Obrolah yang dibahas tidak jauh seputar sastra dan perkuliahan hingga seputar pekerjaan  dan juga pengalaman. Di antara kami memang mayoritas sebagai karyawan swasta sambil kuliah di hari sabtunya. Salah satu teman saya, ada yang seorang wirausaha. Dia pun sempet menceritakan pengalamannya saat masih bekerja jadi karyawan, entah kenapa dia merasa tidak nyaman ketika bekerja sebagai karyawan swasta berapa pun penghas...
DI BALIK SESUATU YANG VIRAL     Hidup di Zaman Millenial membuat kita kecanduan akan gadget, salah satunya sosial media. Banyak aplikasi sosial media yang nyatanya memberikan pengaruh kepada si pengguna. Saya termasuk juga yang sering bermain sosial media. Whatsupp ,facebook,instagram, twitter, youtube adalah di antara sosial media yang saya ikuti. Dunia maya serasa menjadi ruang untuk kita mencurahkan segala sesuatu, meski memang tidak semua kita curahkan pada sosial media.    Dewasa ini sosial media benar-benar sarana yang sangat pas untuk beberapa orang mencari pasangan, mencari mata pencaharian tambahan bahkan menjadi terkenal atau yang sering disebut ''viral''. Ada banyak orang yang memiliki bakat tapi susah mempublikasikannya, maka sosial media membantunya mewujudkannya. Ada pula orang-orang yang menjadikan diri mereka sebagai model untuk memasarkan produk-produk tertentu (endorse). Bahkan ada pula yang viral karena ketidaksengajaan atau iseng belaka. ...
RINDU DI SELA JEDA Pagi ini aku merindukan sabtuku Kini aku telah sampai di setengah jalan Persimpangan antara impian dan kenyataaan Namun Jeda ini terlalu lama Aku takut jeda ini merubah tekad menjadi berkarat Aku takut jeda ini menambah sekat yang dekat Sore itu Senja menampakan pesonanya Aku melihat ada sesuatu yang berbeda Ada dua senja muncul pada semesta Senja yang diberikan Tuhan untuk menghangatkan raga Dan senja yang terpancar dari matanya yang memberikan kenyamanan pada jiwa Sabtu dan senja adalah alasan lain hidupku lebih berwarna Mereka tak perlu seirama Biarkan mereka berjalan dengan caranya menuju satu muara ( Pondok Pinang, 29 Juli 2018 )